Eurocopter Tiger ( EC 665 )

Eurocopter Tiger

Eurocopter Tiger adalah Helikopter serang produksi Eurocopter hasil kerjasama antara negara Perancis dan Jerman, sebagai Helikopter serbu dalam misi tempur didarat mempunyai teknologi modern yang tidak kalah dengan Helikopetr serang buatan Amerika dan Rusia, saat ini sudah ada empat negara yang menggunakan yaitu Jerman, Perancis, Spanyol dan Australia.

Pada tahun 1984, pemerintah Jerman Barat dan Perancis mengadakan kerjasama untuk membuat sebuah helikopter tempur multirole modern. Perusahaan patungan yang terdiri dari MBB dan AĆ©rospatiale kemudian dipilih sebagai pemasok pilihan. Karena tingginya biaya program ini dibatalkan pada tahun 1986, namun diluncurkan kembali pada 1987. Selanjutnya, pada bulan November 1989, Eurocopter menerima kontrak untuk membangun lima prototipe. Tiga unit sebagai testbed tidak bersenjata dan dua lainnya prototip bersenjata: satu untuk varian anti-tank Jerman dan yang lainnya untuk varian helikopter pengawal Perancis.

Prototipe pertama terbang pada bulan April 1991. Ketika AĆ©rospatiale dan MBB bergabung pada tahun 1992 untuk membentuk Grup Eurocopter, program Tiger dialihkan juga. Serial produksi dari Tiger dimulai pada Maret 2002 dan penerbangan pertama dari produksi pertama Tiger HAP bagi Tentara Perancis terjadi pada Maret 2003. Penyerahan pertama dari pesanan 80 helikopter oleh Perancis berlangsung pada bulan September 2003.

Pada akhir tahun 2003, pengiriman dimulai dari pesanan 80 helikopter tempur versi UHT oleh Jerman ke Kantor Federal Teknologi Pertahanan dan Pengadaan. Karena masalah teknis, kemampuan operasional diperkirakan tidak akan tercapai sebelum akhir tahun 2012 .

Pada bulan Desember 2001, Eurocopter diberikan kontrak untuk "AIR 87" Angkatan Darat Australia untuk 22 helikopter versi dari Tiger ARH (Armed Reconnaissance Helicopter). Tiger ARH pertama dijadwalkan untuk masuk kesatuan pada tahun 2004. 18 dari 22 pesawat akan dirakit di fasilitas Brisbane dari Australia Aerospace, anak perusahaan Eurocopter lokal di Australia. Namun, karena keterlambatan dalam mencapai kemampuan operasional, Australia's Defence Materiel Organisation harus menghentikan pembayaran atas helikopter pada tanggal 1 Juli 2007, Pada 2008 isu utama telah diatasi dan kembali dibayar. Namun pada bulan Oktober 2010 terungkap bahwa helikopter tidak akan sepenuhnya operasional untuk dua tahun lagi.

Pada bulan September 2003, Spanyol memilih varian dari helikopter tempur Tiger HAP dan Tiger HAD untuk Angkatan daratnya. 24 helikopter jenis ini yang telah dipesan akan dipersenjatai dengan PARS 3 LR dan sistem rudal Mistral. Mereka juga akan memiliki mesin MTR390 sehingga dapat mengangkat muatan lebih berat. Pengiriman dijadwalkan pada 2007-2008. Perancis memilih untuk meng-upgrade sebagian besar versi Helikopter HAP ke HAD, sehingga Varian HAC tidak akan dibangun. Pada bulan Juni 2006, Rafael Spike-ER dipilih oleh Tentara Spanyol sebagai ATGM dari HAD Spanyol, bukan sistem Rudal Trigat sebelumnya.

Pada bulan Juli 2006, pemerintah Saudi menandatangani kontrak untuk membeli total 142 helikopter, termasuk 12 helikopter serang Tiger. Namun kesepakatan itu kemudian gagal. awalnya dilaporkan bahwa Tiger akan bersaing dengan Kamov Ka-50, dan Mil Mi-28 untuk kompetisi 22 helikopter serang oleh Angkatan Udara India, Tiger kemudian ditarik dari kompetisi. Pada akhir-2009 terungkap bahwa Tiger mengalami upgrade dan dengan demikian tidak dapat berpartisipasi dalam percobaan lapangan India.

Bodi Tiger adalah terbuat dari 80% serat karbon yang diperkuat polimer dan kevlar, 11% aluminium, dan titanium 6%. Rotor terbuat dari fiber-plastik yang mampu untuk menahan kerusakan saat peperangan dan serangan burung. Proteksi terhadap petir dan pulsa elektromagnetik dijamin oleh tembaga tertanam / grid perunggu dan foil tembaga ikatan.

Sementara Tiger memiliki konfigurasi helikopter tempur konvensional dari dua awak duduk tandem, agak tidak biasa pilot ada di kursi depan dan penembak di belakang, tidak seperti semua helikopter serang lainnya saat ini. Kursi mengimbangi ke sisi berlawanan dari garis tengah untuk meningkatkan pengelihatan depan untuk penembak di belakang.

Tiger mempunyai kemampuan untuk menahan serangan meriam otomatis 23 mm. Dipasang di helikopter merupakan Sistem peringatan radar AN/AAR-60 MILDS , sistem peringatan laser, dan peluncur rudal / detektor yang dikembangkan oleh EADS DE, semua terhubung ke sebuah unit pengolah pusat dari Thales dan SAPHIR-M flare dispenser dari MBDA. visual, radar, inframerah, sensor suara telah diminimalkan.

Sistem navigasi berisi dua unit Thales Avionique three-axis ring laser gyro, dua magnetometer, dua komputer data udara, BAE Systems Canada CMA 2012 four-beam Doppler radar, radio altimeter, global positioning system, dan suite sensor kecepatan rendah dan sensor untuk mengikuti medan.
Datalinks : Link 4A, Thales Proprietary PR4G, STANAG 5066.
Radio: HF, MF, VHF, UHF, military SATCOM, GPS receiver, and datalink.

Biaya pembuatan ( termasuk sejata dan perlengkapan dan jumlah pesanan ) :
  • Tiger HAP US$35–39 million
  • Tiger ARH US$36 million
  • Tiger HAD US$44–48 million
  • Tiger UHT US$38–43 million
Helmet Mounted Sight Display
  • French helicopters are equipped with TopOwl helmet-mounted sight for both pilot/co-pilot and one HUD for the pilot from Thales Avionics.
  • German crew is equipped with HMSD from BAE systems.
  • Australian Tigers crew use the TopOwl HMSD from Thales Avionics.
Varian :
  • Tiger HAP : varian pertama dan khusus digunakan oleh Angkatan Darat Perancis.
  • UH Tiger : varian khusus untuk Angkatan Darat Jerman.
  • Tiger ARH : varian khusus untuk Angkatan Darat Australia pengembangan dari Tiger HAP dengan mesin baru dan persenjataan sesuai dengan permintaan Australia.
  • Tiger HAD : varian upgrade dari Tiger HAP.
  • Tiger HAC : varian anti Tank tapi dibatalkan.

General characteristics

  • Crew: 2 (pilot, weapon systems officer)
  • Length: 14.08 m fuselage (46 ft 2 in)
  • Rotor diameter: 13.00 m (42 ft 8 in)
  • Height: 3.83 m (12 ft 7 in)
  • Disc area: 133 m² (1,430 ft²)
  • Empty weight: 3,060 kg (6,750 lb)
  • Max takeoff weight: 6,000 kg (13,000 lb)
  • Internal fuel capacity: 1,080 kg (2,380 lb)
  • Powerplant: 2× MTU Turbomeca Rolls Royce MTR390 turboshafts, 873 kW (1,170 shp) each

Performance

  • Maximum speed: 290 km/h with mast, 315 km/h without mast (157 knots, 181 mph with mast, 170 knots or 196 mph without mast)
  • Range: 800 km (430 nm, 500 mi) combat (with external tanks in the inboard stations: 1,300km)
  • Service ceiling: 4,000 m (13,000 ft)
  • Rate of climb: 10.7 m/s (2,105 ft/min)

Armament

  • Guns: ** 1× 30 mm (1.18 in) GIAT 30 cannon in chin turret

On its two inner hardpoints and two outer hardpoints the Eurocopter Tiger can carry a combination of the following weapons:

  • on each of its two inner hardpoints:
    • 2x 20 mm (0.787 in) machine cannons in a pod, or
    • 22× 68 mm (2.68 in) SNEB unguided missiles in a pod, or
    • 8x AGM-114 Hellfire laser guided missiles
  • on each of its two outer hardpoints:
    • 2× Mistral air-to-air missiles, or
    • 12× 68 mm (2.68 in) SNEB unguided missiles in a pod
gambar mesin Rolls Royce MTR390 turboshaft

gambar prototipe PT.1
gambar kokpit EC 665 berbagai varian

gambar Tigre HAP Perancis
gambar Tiger UHT Jerman

gambar Tigre HAD-E Spanyol

gambar Tiger ARH Australia

Sumber tulisan dan gambar :
* Wikipedia
* Airliners.net